| Logam-Mulia yang kita sering lihat di pasar adalah Emas, Perak dan Platina. Akhir-akhir ini, karena mahalnya harga komoditas-komoditas ini, Paladium mulai dipakai sebagai pengganti untuk emas karat putih dan platina. Di Indonesia, kami jarang melihat barang-barang perhiasan platina. Mereka biasanya diimpor karena titik lebur logam tersebut sangat tinggi (pertukangan emas yang biasa tidak mempunyai obor khusus oxy-hidrogen). Barang-barang perhiasan yang paling umum di Indonesia adalah emas, lalu diikuti oleh perak. |
| Logam-logam mulia ini digunakan di barang-barang perhiasan karena sifat-sifat mereka berikut ini:
Pesona
Kemungkinan untuk Dilaksanakan
Daya Tahan
Kelangkahan |
| Pesona adalah penampilan indah logam-mulia yang mungkin bersifat fisik dan psikologis dan biasanya digambarkan oleh atribut berikut:
Warna
Kilap
Berat |
| Kemungkinan untuk dilaksanakan adalah kemudahan untuk dikerjakan dan biasanya dikategori sebagai:
Dapat Ditempa
Dapat Diulur |
| Daya tahan adalah kekuatan dan perlawanan terhadap keausan panas dan bahan kimia |
| Kelangkaan adalah kekurangan dan keadaan pembubaran logam. |
| Sayangnya, pada keadaan murni mereka, emas dan perak terlalu lunak untuk barang-barang perhiasan. Mereka sering digabungan/dicampur dengan logam lain. Mencampur juga dilakukan untuk merubah penampilan warna dan untuk alasan harga. |
| Maka, pengetahuan mengenai Kadar (Kemurnian) sebuah barang perhiasan adalah penting. Para penjual harus mengerti suatu metode pengujian kadar guna mengontrol kualitas produk mereka. |
| Pada keadaan pasar sekarang, barang-barang perhiasan biasanya memiliki kode kualitas untuk keperluan kepercayaan konsumen. |
| Di Indonesia, ada Emas Putih PLG yang direkayasa oleh PT. Hartono Wira Tanik (HWT) |
| Untuk informasi lebih lanjut, silahkan ke : |
| World Gold Council |
| Platinum Guild International USA |
| Palladium |